SD5 Tema 7-3-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 2.

 

 

Setiap warga negara Indonesia berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif sesuai dengan peran masing-masing di dalam masyarakat. Demikian juga dengan pelajar. Peran apa yang bisa dilakukan sebagai pelajar untuk mengisi kemerdekaan?

Judul Bacaan : Peran Pelajar dalam Mengisi Kemerdekaan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia kini telah menjadi negara yang berdaulat dan merdeka. Sebagai negara yang telah merdeka, adalah tugas warga negaranya untuk melakukan kegiatan-kegiatan mengisi kemerdekaan sesuai dengan peran masing-masing.

Pelajar merupakan salah satu warga negara yang memiliki peran dan tugas yang harus dilaksanakan untuk mengisi kemerdekaan. Pelajar merupakan bagian dari pemuda bangsa yang akan menjadi penerus bangsa ini. Sebagai generasi penerus bangsa, para pelajar dituntut bekerja keras dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ya, generasi berkualitas pasti diperlukan untuk memajukan bangsa.

Belajar tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Belajar dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang sangat berguna untuk mengasah rasa peduli dan cinta tanah air. Kegiatan-kegiatan seperti pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), menjadi duta seni, kegiatan olahraga, merupakan beberapa kegiatan yang berdampak baik bagi peningkatan kualitas diri pelajar. Dengan demikian pelajar terhindar dari kegiatan negatif yang dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat, seperti tawuran antarpelajar atau terjerumus dalam tindakan kekerasan serta pelanggaran hukum lainnya.

Perjuangan pelajar sebagai generasi muda saat ini tidak lagi mengangkat senjata dan berlaga di medan perang melawan penjajah yang tampak. Masa itu telah berlalu. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus berjuang untuk melawan kebodohan, kemiskinan, rasa malas, rasa mudah menyerah yang dapat merugikan masyarakat dan bangsa. Generasi muda Indonesia harus sehat jiwa dan raganya. Ia harus berpendidikan, pantang menyerah, pekerja keras, kreatif, berakhlak mulia, cinta tanah air dan bangsa.

Dari bacaan di atas, temukanlah kosakata baku dan tidak baku. Lalu, carilah artinya dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya pada guru, atau berdiskusi.

Salah satu peran yang ditunjukkan oleh pelajar dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar giat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Carilah informasi mengenai perilaku dan kegiatan positif yang dapat dilakukan pelajar di lingkungan-lingkungan berikut! Perhatikan contoh yang telah dibuat untuk membantumu.

Kegiatan Positif dalam mengisi kemerdekaan :

  • Rajin Belajar di sekolah dan dirumah.
  • Menjunjung tinggi persatuan, saling menghormati antar individu.
  • Meningkatkan rasa nasionalisme : ikut upacara bendera, mengisi acara hari 17 agustus, berlomba mewakili negara indonesia.
  • Aktif dalam kegiatan sosial baik di sekolah ataupun di masyarakat.
  • Semangat dalam meraih cita-cita dan rajin belajar dan sekolah.
  • menghormati orang tua, guru, dan sesama manusia.
  • Mengerti tentang atiribut dasar negara seperti dasar negara, lambang, lagu kebangsaan, para pemimpin negara, dll agar ketika ada orang lain yang bukan warga negara Indonesia bertanya, kita bisa menjelaskan dengan baik.
  • berpikiran terbuka dan mau belajar, bukan berarti anti kepada semua yang berbau asing, tetapi mempelajari apa yang baik dari asing dan menerapkannya di Indonesia.
  • berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena apa yang kita ucapkan atau lakukan di dunia maya akan bisa diakses oleh orang di negara lain sehingga bisa mewakili citra Indonesia juga.

Catatan Harianku

Buatlah tabel catatan kegiatanmu sehari-hari. Siapkan dua tabel. Tabel pertama berisi catatan kegiatan positif yang kamu lakukan dalam sehari. Tabel kedua berisi catatan kesalahan.

Jila kamu melakukan perbuatan baik, kamu berhak mendapatkan tanda bintang

( ¶ ) pada tabel kebaikan. Misalnya, kamu baru saja membantu ibu menyapu lantai. Kamu dapat menulis sendiri dan membubuhkan tanda bintang.

Begitu pula dengan kesalahan. Catatlah kesalahan yang kamu perbuat dan berilah tanda sedih( L ).

Mintalah bantuan orang tuamu untuk mengamati. Di akhir pekan, hitunglah jumlah bintang dan tanda sedih. Bandingkanlah, berapa banyak kamu berbuat kebaikan dan berapa banyak kamu berbuat kesalahan. Dengan  demikian,  kamu akan bisa mengontrol perilakumu.

Catatan Harianku. 

Buatlah tabel catatan kegiatanmu sehari-hari. Siapkan dua tabel. Tabel pertama berisi catatan kegiatan positif yang kamu lakukan dalam sehari. Tabel kedua berisi catatan kesalahan.
Jila kamu melakukan perbuatan baik, kamu berhak mendapatkan tanda bintang pada tabel kebaikan. Misalnya, kamu baru saja membantu ibu menyapu lantai. Kamu dapat menulis sendiri dan membubuhkan tanda bintang.
Begitu pula dengan kesalahan. Catatlah kesalahan yang kamu perbuat dan berilah tanda sedih.
Mintalah bantuan orang tuamu untuk mengamati. Di akhir pekan, hitunglah jumlah bintang dan tanda sedih. Bandingkanlah, berapa banyak kamu berbuat kebaikan dan berapa banyak kamu berbuat kesalahan. Dengan demikian, kamu akan bisa mengontrol perilakumu.

Contoh kebaikah yang dilakukan : belajar rajin, membantu orang tua, membantu teman, dan lain-lain.

Contoh kesalahan yang dilakukan  : lupa tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah, Bangun terlambat, Tidur terlalu malam, malas belajar, dan sebagainya.

Tahukan Kamu ?  Bacalah Artikel berikut :

Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh pelajar di sekolah. Dengan mempelajari fenomena alam di sekitar kita, kamu dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekitarmu. Sebelumnya, kamu telah melakukan percobaan tentang penyubliman sebagai salah satu perubahan wujud benda karena kalor. Sekarang, kamu akan melakukan percobaan untuk menunjukkan perubahan wujud benda yang juga disebabkan oleh kalor, yaitu peristiwa pengkristalan.

Pengkristalan ialah perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dengan proses pelepasan maupun penyerapan kalor. Contoh peristiwa pengkristal- an dengan proses pelepasan kalor adalah salju dan gas yang didinginkan.

Contoh peristiwa pengkristalan dengan penyerapan kalor ada- lah pada proses pembuatan garam. Garam dibuat dari air laut, kemudian diuapkan dengan sinar matahari di dalam petak-petak hingga tersisa kristal-kristal garam.

PERCOBAAN : Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan :
• 4 buah batu bata untuk membuat tungku,
• 1 buah lilin,
• 1 buah kaleng susu bekas,
• Air laut atau larutan garam.

Cara Kerja : 
1) Buatlah tungku dengan meletakkan dua tingkat batu bata secara sejajar, berikan ruang di tengah untuk lilin yang telah dinyalakan.
2) Isi kaleng susu dengan air laut hingga setengah bagian.
3) Jika tidak ada air laut, larutkan satu sendok makan garam dapur dengan setengah kaleng air suhu ruang.
4) Letakkan kaleng susu bekas berisi air laut atau larutan garam ke atas tungku.
5) Diamkan hingga air di dalam kaleng mendidih dan menyusut. Amati apa yang terjadi.

 

BACA JUGA :   Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6 - Sub Tema 2-3 - K2013 Rev 2017

Sebagai generasi penerus bangsa, kamu tentu tahu bahwa pelajar harus berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya. Selain memahami ilmu pengetahuan, seorang pelajar juga harus dapat menyeimbangkan dirinya dengan kemampuan untuk memahami dan menikmati keindahan di sekitarnya. Salah satu keindahan yang dapat dinikmati adalah seni rupa.

Hasil karya seni rupa telah menjadi bagian dari peradaban manusia, termasuk nenek moyang kita. Bentuk seni rupa seperti seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik, seni lukis, dan seni patung. Keindahan karya-karya seni rupa terdapat pada bentuk dan warnanya. Dengan mengenal berbagai bentuk karya seni rupa, kamu dapat merasakan keindahannya dengan baik. Mari kita simak bacaan berikut ini untuk memahami berbagai jenis seni rupa tanah air sejak zaman nenek moyang kita dahulu.

Ayo Membaca : 

Judul Bacaan : Seni Rupa Daerah Indonesia.

Seni rupa daerah adalah seni rupa yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Seni rupa daerah dapat disebut juga seni rupa tradisional karena dikerjakan secara turun-temurun di suatu daerah. Seni rupa daerah dapat berupa seni kerajinan, seni lukis, dan seni patung. Seni kerajinan meliputi seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik. Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar. Hasil karya seni anyam, seni keramik, dan seni patung pada umumnya berbentuk tiga dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume.

1) Seni Lukis Daerah.

Seni lukis adalah seni menggambar- kan objek-objek berupa pemandang- an alam, tumbuhan, binatang, manusia, benda di alam, untuk me- nimbulkan perasaan keindahan. Seni lukis daerah mengandung nilai- nilai budaya yang berkembang di suatu daerah.
Salah satu seni lukis daerah yang terkenal adalah seni lukis Kamasan dari Bali. Kamasan adalah sebuah desa di Kabupaten Klungkung yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pelukis. Seni lukis Kamasan merupakan seni lukis klasik yang biasanya bertema kisah pewayangan, kehidupan bangsawan, dan dongeng binatang. Para pelukis menggunakan warna alam yang dicampur dengan perekat yang menempel pada kanvas. Kanvas yang digunakan berupa kain kasar yang dicelup dengan bubur beras, lalu dijemur di bawah matahari. Setelah dijemur, kain digosok agar permukaannya halus dan siap untuk dibuat sketsa. Selain seni lukis daerah dari Kamasan, seni lukis kaca Cirebon juga merupakan seni lukis klasik yang menggunakan bahan dan teknik yang berbeda.

  

Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media kaca. Sketsa dibuat pada kertas yang kemudian ditempel pada kaca, lalu dilukis bagian sebaliknya dengan menggunakan kuas. Salah satu tema khas lukis kaca Cirebon adalah wayang dan batik Cirebon dengan motif mega mendung yang terkenal.

2) Seni Patung Daerah.

Seni patung adalah seni membuat bentuk manusia atau binatang dengan bahan yang lunak atau bahan keras. Patung dari bahan lunak dibuat dengan teknik membentuk, sedangkan patung dari bahan keras dibuat dengan teknik meraut atau memahat.

Salah satu contoh patung tradisional adalah patung Asmat yang dibuat oleh suku Asmat yang tinggal di Pulau Papua. Masyarakat suku ini biasanya menggunakan kayu bakau untuk membuat patung yang menjadi bentuk hubungan mereka dengan nenek moyang. Oleh karenanya, tema pemahatan pada umumnya tentang penghargaan kepada nenek moyang mereka.

Walaupun hanya menggunakan peralatan sederhana seperti kapak batu, pisau dari tulang, dan paku yang dipipihkan, patung yang dihasilkan bernilai estetika dan religius yang sangat tinggi.

3.Seni Kriya
Seni kriya merupakan seni kerajinan dalam membuat benda-benda pakai berdasarkan kegunaan dan keindahannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai jenis seni kriya dapat dijumpai sehari-hari seperti seni tekstil berupa batik, songket, dan tenun. Selain itu, terdapat pula seni anyam dan seni ukir.

Karya seni kriya seperti batik, songket, dan tenun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Karya seni tekstil biasanya digunakan pada acara-acara penting dalam masyarakat adat, mulai dari acara kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Seni tekstil selalu menjadi bagian penting suatu daerah.

Seni anyaman merupakan seni menjalin bahan berbentuk bilah atau batang dengan menggunakan pola tertentu sehingga berbentuk sebuah benda. Seni anyam dibuat untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat wadah- wadah dengan menggunakan bahan alam yang tersedia. Bahan-bahan yang digunakan pun sangat beragam, misalnya bilah bambu, rotan, lidi, akar-akaran, pelepah pisang, dan daun pandan. Seni anyam digunakan untuk membuat tikar, keranjang, bakul, kursi, dan alat rumah tangga lainnya. Perhatikan beberapa contoh hasil seni anyaman berikut ini.

Tahukah kamu kegunaan barang-barang ini?


Gambar Anyaman.

Seni ukir juga telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat. Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang. Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.

Seni ukir juga telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat. Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang. Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.

Bersama temanmu, isilah kolom-kolom di bawah ini dengan keterangan sesuai dengan jenis-jenis seni rupa daerah yang dapat kamu temukan di daerah sekitar tempat tinggalmu! Kamu dapat mencari bahannya dari buku, ensiklopedia, majalah, atau internet.

Seni Kerajinan di Daerahku
– Asal Daerah; Ciri-Ciri  ; Seni Tekstil ; Seni Anyaman Seni Ukir/Pahat/ Raut.
– Jenis (batik/ tenun/songket); Kegunaan ; Bentuk (dua dimensi/tiga dimensi); Warna; Motif hias; Bahan; Teknik pembuatan.

Bagaimana perasaanmu saat belajar di dalam kelas bersama teman- temanmu? Pasti menyenangkan, bukan? Dengan bersekolah, berarti kamu telah berkesempatan mendapatkan pendidikan. Saat ini, pemerintah telah banyak membangun gedung sekolah di setiap daerah dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan.
Bagaimanakah caramu untuk mensyukuri hal ini?

Minta bantuanlah kepada orang tuamu atau anggota keluarga lain yang sudah dewasa. Lakukan percobaan untuk membuktikan peristiwa pengkristalan. Tentukan sendiri jenis percobaannya dan laporkan hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *