SD4.7.3.4 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Persatuan dan Kesatuan dalam Keragaman. Sub Tema 3 – Pembelajaran 4

SD4.7.4 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 3: Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku – Pembelajaran 4.

Keragaman Ekonomi di Indonesia (2).

Pada Pembelajaran 3, telah dijelaskan bahwa kondisi wilayah Indonesia mengakibatkan keragaman aktivitas ekonomi penduduk. Kamu telah mengetahui empat macam aktivitas ekonomi, yaitu di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Selain empat jenis tersebut, masih ada jenis aktivitas ekonomi berikut.

1. Aktivitas Ekonomi di Bidang Pertambangan.
Kekayaan alam di Indonesia juga terkandung di perut bumi, yaitu berupa barang tambang. Di wilayah Indonesia terdapat barang tambang minyak dan gas (migas) serta barang tambang nonmigas. Contoh barang tambang nonmigas antara lain emas, perak, tembaga, batu bara, bijih besi, nikel, aluminium, intan, pasir besi, dan bauksit.

Potensi barang tambang ini hendaknya dikelola dengan optimal bagi kemakmuran rakyat. Barang tambang bersifat tidak dapat diperbaharui sehingga perlu dieksplorasi dengan bijak. Ketersediaan barang tambang harus dijaga bagi kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Selain itu, perlu dicari sumber daya alam alternatif agar sumber daya alam tidak lekas habis.
2. Aktivitas Ekonomi di Bidang Industri.
Amatilah aktivitas industri di lingkungan sekitar tempat tinggalmu! Apa yang dapat kamu simpulkan dari aktivitas tersebut? Industri merupakan usaha mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah bersumber dari sumber daya alam. Adanya aktivitas industri, nilai dan kualitas suatu barang akan meningkat. Aktivitas industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun badan usaha. Contoh industri di Indonesia antara lain industri otomotif, konveksi, elektronik, sepatu dan sandal, ban, pengalengan ikan, minuman dan makanan, serta pupuk.

3. Aktivitas Ekonomi di Bidang Perdagangan.
Potensi alam tiap-tiap daerah di Indonesia berbeda-beda. Ada yang kaya potensi alam. Ada pula yang miskin potensi alam. Fenomena ini dipengaruhi oleh kondisi geografis tiap-tiap daerah. Akibatnya, tidak setiap daerah mampu menghasilkan barang yang dibutuhkan masyarakat setempat. Untuk mengatasi masalah ini berkembang aktivitas perdagangan. Aktivitas ini dilakukan masyarakat untuk menyalurkan barang dan / atau jasa dari produsen ke konsumen. Barang dagangan dapat berupa hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang industri.

Aktivitas perdagangan bisa dilakukan tanpa perantara ataupun dengan perantara. Produsen dapat langsung menjual atau menyalurkan barang dan/ atau jasa kepada konsumen. Jika ada perantara, produsen menggunakan perantara untuk menyalurkan barang dan/atau jasa kepada konsumen. Contoh perantara dalam perdagangan antara lain pedagang besar (grosir), agen, dan pedagang eceran. Pada perkembangannya aktivitas perdagangan juga melibatkan masyarakat luar negeri. Kegiatan perdagangan antarnegara inilah dikenal dengan sebutan ekspor impor.

BACA JUGA :   SD3-Tema5.3-Melestarikan Olahraga dan Permainan Tradisional di Daerahku #2

4. Aktivitas Ekonomi di Bidang Jasa.
Sebagai negara kepulauan, wilayah Indonesia dihubungkan selat dan laut. Untuk menjangkau antarpulau dibutuhkan sarana transportasi. Di Indonesia sarana transportasi meliputi transportasi darat, udara, dan laut. Tidak hanya itu, untuk menjalin komunikasi juga diperlukan sarana komunikasi. Kedua sarana ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat di bidang jasa. Aktivitas jasa merupakan kegiatan layanan kepada masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktivitas jasa lainnya antara lain jasa perbankan dan keuangan, jasa kesehatan, jasa pendidikan, jasa konsultasi hukum, jasa pariwisata, dan jasa lainnya. Berkembangnya aktivitas jasa ini memunculkan beragam jenis pekerjaan di bidang jasa.

Bersama teman-teman sekelasmu, identifikasilah aktivitas ekonomi yang dilakukan setiap keluarga dari seluruh siswa di kelasmu. Sajikan hasilnya dalam bentuk tabel di bawah ini.
Dalam melakukan kegiatan tersebut, ingatlah selalu untuk bersikap toleransi atas perbedaan di antara teman-teman sekelasmu. Janganlah mengejek teman atas aktivitas ekonomi yang dilakukan keluarganya. Sebaliknya, jangan pula sombong atau malah rendah diri atas aktivitas ekonomi dalam keluargamu. Setiap orang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Setiap daerah dalam wilayah Indonesia mempunyai adat istiadat dan budaya daerah yang khas. Setiap warga masyarakat termasuk kita hendaknya bisa menunjukkan sikap toleransi terhadap keragaman dalam masyarakat. Sikap toleransi dalam masyarakat akan mewujudkan kehidupan yang damai. Bagaimanakah bentuk tindakan toleransi terhadap keragaman?

 

Sikap Toleransi terhadap Keragaman.

Toleransi berasal dari bahasa Latin, tolerare yang artinya dengan sabar membiarkan sesuatu. Toleransi dapat diartikan sebagai perilaku terbuka yang menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama manusia. Bersikap toleransi berarti bersikap sabar, menahan diri, serta menghargai dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki perbedaan pendapat. Berikut bentuk sikap toleransi terhadap keragaman suku, budaya, agama, ras, dan gender.

1. Toleransi dalam Keragaman Agama.
Kebebasan beragama dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya pasal 29 ayat (2) yang berbunyi ”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Dengan adanya jaminan kemerdekaan beragama tersebut, segenap warga negara Indonesia hendaknya mengembangkan sikap toleransi antarumat beragama. Sikap toleransi antarumat beragama dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan seperti berikut.
a. Tidak menghina agama yang diyakini orang lain.
b. Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
c. Menghormati agama yang diyakini orang lain.
d. Beribadah dengan baik sesuai ajaran agama yang dianut.
e. Hormat menghormati dan saling bekerja sama antarumat beragama.
f. Memberi kesempatan kepada pemeluk agama lain untuk beribadah.
g. Menjaga kerukunan antarumat beragama, intern umat beragama, dan antarumat beragama dengan pemerintah.

BACA JUGA :   SD Kelas 4 - Tema 6.1 - Cita-citaku - Aku dan Cita-citaku - Bagian 2

2. Toleransi dalam Keragaman Suku dan Ras.
Masyarakat Indonesia terdiri atas beragam suku dan ras. Tiap-tiap suku bangsa mempunyai ciri khas yang membedakan dengan suku bangsa yang lain. Ciri suku bangsa yang didasarkan atas ciri fisik disebut ras. Jadi, setiap suku bangsa mempunyai ras masing-masing. Oleh karena itu, tercipta keragaman ras.
Terhadap keragaman yang ada, kita harus saling menghormati dan mengembangkan sikap toleran. Mengapa demikian? Alasannya, masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku dan ras pada dasarnya merupakan satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Jadi, dengan sikap toleransi antarsuku dan ras diharapkan akan terjalin persatuan dan kesatuan bangsa sehingga dapat memperkukuh NKRI.

Sikap toleran dalam keragaman suku dan ras dapat kita tunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku baik kepada siapa pun tanpa membedakan suku dan ras mana pun. Selain itu, kita senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan martabat setiap manusia dengan mengembangkan semangat persaudaraan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pergaulan sehari-hari kita harus bisa menerima suku-suku dan ras bangsa lain.

Sikap toleran dalam keragaman suku dan ras dapat kita tunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku baik kepada siapa pun tanpa membedakan suku dan ras mana pun. Selain itu, kita senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan martabat setiap manusia dengan mengembangkan semangat persaudaraan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pergaulan sehari-hari, kita harus bisa menerima suku-suku dan ras bangsa lain.

3. Toleransi dalam Keragaman Sosial Budaya.
Indonesia terdiri atas berbagai daerah. Tiap-tiap daerah dihuni oleh masyarakat Indonesia yang memiliki kehidupan sosial dan budaya sendiri- sendiri. Oleh karena itu, di Indonesia terdapat keragaman sosial budaya. Keragaman sosial budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan diwariskan oleh nenek moyang kita dari zaman dahulu. Kita sebagai generasi penerus bangsa hendaknya senantiasa menghormati, melestarikan, dan mengembangkan berbagai bentuk warisan sosial dan budaya Indonesia. Bagaimanakah caranya? Tentu saja dengan bersikap toleran demi mempertahankan keanekaragaman sosial budaya dalam bentuk tindakan seperti berikut.

BACA JUGA :   SD4 2-3 Energi Alternatif - Bagian 1

a. Bangga terhadap kebudayaan dalam negeri.
b. Menyaring budaya asing yang masuk Indonesia.
c. Mengetahui dan selalu mencari informasi keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.
d. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan sosial dan adat istiadatnya.
e. Menghargai hasil kebudayaan suku bangsa lain.
f. Mempelajari dan menguasai seni budaya bangsa sesuai minat dan kesenangannya.
g. Melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.

4. Toleransi dalam Keragaman Gender dan Mengembangkan Kesetaraan Gender.
Tuhan telah menciptakan manusia dalam dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Setiap orang hendaknya memiliki kesadaran gender yaitu kesadaran atas konsep yang meletakkan kedudukan, fungsi, dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat sejajar. Laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama dalam melakukan pembangunan nasional dan menciptakan harmoni sosial. Sebagai contoh, laki-laki dan perempuan dapat mengambil peran yang berguna bagi sesama manusia lainnya. Anak laki-laki dan perempuan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan dan kerapian tempat tinggal. Siswa perempuan juga memiliki kesempatan sama untuk menjadi ketua kelas seperti halnya siswa laki-laki.

Keragaman gender dapat menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia, apabila masyarakat Indonesia menyadari bahwa setiap manusia memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama. Adapun sikap yang dapat dikembangkan dalam menghormati keragaman gender adalah sebagai berikut.

a. Tidak membeda-bedakan teman laki-laki dan perempuan dalam berteman.
b. Memberikan hak yang sama antara laki-laki dan perempuan.
c. Tolong-menolong tanpa membedakan jenis kelamin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *