Keragaman Kenampakan dan Pembagian Waktu di Indonesia – SD Kelas 5

Keragaman Kenampakan dan Pembagian Waktu di Indonesia – SD Kelas 5.

A. Pendahuluan.

Perhatikan lingkungan tempat tinggalmu! Kenampakan alam apa saja yang kamu lihat? Contoh kenampakan alam adalah gunung, lembah, sungai, danau, bukit, dan lain-lain. Kenampakan alam yang kamu lihat itu bagian dari keragaman kenampakan alam yang ada di negara kita.

Negara kita adalah negara yang sangat luas. Wilayah negara kita terdiri dari daratan dan lautan. Wilayah daratannya terdiri dari beribu-ribu pulau. Karena itu, Indonesia disebut negara kepulauan. Negara kita memiliki wilayah laut atau perairan yang sangat luas. Maka Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim.

Akibat keadaan wilayah yang demikian ini terjadi keragaman kenam- pakan alam, ada perbedaan cuaca antara satu daerah dengan daerah lain, perbedaan flora dan fauna. Selain itu, karena luasnya wilayah, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu. Hal-hal ini akan kita pelajari dalam bab ini. Kamu juga akan belajar menggunakan peta, atlas, atau globe untuk mempelajari keragaman kenampan alam dan buatan di Indonesia. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menunjukkan dan menjelaskan keragaman kenampakan alam di Indo- nesia menggunakan peta, atlas, atau globe.
2. Menunjukkan dan menjelaskan keragaman kenampakan buatan di In- donesia menggunakan peta, atlas, atau globe.
3. Menyebutkan dan menjelaskan akibat-akibat wilayah Indonesia yang sangat luas, seperti keragaman flora dan fauna, dan pembagian wilayah waktu, dan perbedaan cuaca serta iklim.

 

B. Mengengal Keragaman Kenampakan Alam Indonesia Menggunakan Peta.

Kamu sudah belajar membaca di kelas 4. Kamu juga sudah mengenal beberapa simbol yang digunakan dalam peta. Apakah kamu masih mengingatnya? Sekarang coba buka buku atlasmu! Carilah peta provinsimu masing-masing! Simbol apa saja yang kalian lihat dalam peta itu? Tahukah kalian apa makna simbol-simbol itu?

Biasanya makna simbol-simbol itu dijelaskan dalam legenda. Legenda adalah bagian dari peta yang berisi tentang simbo-simbol beserta makna- nya. Mari kita pelajari lagi makna simbol-simbol dalam peta. Ada tiga macam simbol yang digunakan dalam peta, yaitu:

1. Simbol-simbol untuk menunjukkan kenampakan alam seperti sungai, danau, rawa, dan gunung. Contohnya sebagai berikut. Lihat Gambar : simbol gunung, danau, sungai, rawa.


2. Simbol-simbol untuk menunjukkan kenampakan buatan, misalnya jalan raya, ibu kota, rel kereta api, lapangan udara, pelabuhan, rumah sakit, batas provinsi, dan lain-lain.
Simbol ibu kota negara, ibu kota provinsi, lapangan udara, pelabuhan, batas wilayah provinsi, jalur jalan kereta api, jalan raya antarprovinsi.

3. Simbol-simbol yang menunjukkan permukaan muka bumi seperti dataran tinggi, pegunungan, dataran rendah, dan perairan. Warna biru menunjukkan wilayah perairan. Warna hijau menunjukkan dataran rendah. Warna kuning menunjukkan dataran tinggi. Warna coklat me- nunjukkan wilayah pegunungan.

Sekarang siapkan buku atlasmu. Kita akan menggunakan peta yang ada dalam buku atlas untuk mengenal keragaman kenampakan alam di wilayah negara kita.

 

1. Kenampakan alam wilayah Indonesia.

Di atas sudah disebutkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas. Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pulau Sumatera, Jawa, dan Kali- mantan sering disebut Kepulauan Sunda Besar. Kelima pulau besar ini dikelilingi oleh laut dangkal yang dinamakan Dangkalan Sunda. Jajaran pulau di antara Pulau Bali sampai Pulau Wetar sering disebut Kepulauan Sunda Kecil atau wilayah Nusa Tenggara. Selain itu, di beberapa wilayah Indonesia terdapat pulau-pulau kecil yang membentuk gugusan pulau, misalnya Kepulauan Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara. Kepulauan Maluku terdiri atas Pulau Seram, Ternate, Halmahera, Saparua, dan pulau- pulau kecil lainnya. Kepulauan Nusa Tenggara terdiri atas Pulau Flores, Bali, Lombok, Sumbawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Wilayah daratan Indonesia memiliki ciri-ciri kenampakan alam yang berbeda-beda. Contoh kenampakan alam itu antara lain gunung, sungai, lembah, danau, pantai, teluk, tanjung, dataran rendah, dataran tinggi, pegu- nungan, dan sebagainya. Mari kita bahas ciri-ciri kenampakan alam di lima pulau besar di Indonesia. Bukalah buku atlasmu ketika kita membahas hal ini!

a. Kenampakan alam pulau Sumatra.

Di bagian tengah Pulau Sumatra membentang pegunungan Bukit Baris- an, yang membentang dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Lampung. Masuk dalam deretan pegunungan ini beberapa gunung baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif seperti Gunung Leuser (NAD), Gunung Sibayak (Sumatra Utara), Gunung Sorikmarapi (Sumatra Utara), Gunung Marapi (Sumatra Ba- rat), Gunung Kerinci (Jambi), Gu- nung Seblat (Bengkulu), Gunung Dempo (Sumatera Selatan), dan Gu- nung Tanggamus (Lampung). Masih dalam barisan pegunungan Bukit Barisan terdapat juga lembah pa- tahan yang disebut dengan Se- mangko Zone. Di wilayah patahan ini terdapat Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Kerinci dan ter- dapat juga Dataran Tinggi Karo serta Dataran Tinggi Agam.

Sebelah barat Pegunungan Bukit Barisan terdapat daerah datar sempit. Di daerah ini ada beberapa sungai yang pendek dengan arus yang deras, seperti sungai Alas, Pasaman, dan Seblat. Di sepanjang pantai barat Suma- tera terdapat beberapa teluk. Teluk-teluk itu dimanfaatkan sebagai pelabuh- an, seperti Teluk Tapanuli di Sibolga dan Teluk Bayur di Sumatra Barat.

Sebelah timur Pegunungan Bukit Barisan merupakan dataran rendah yang luas. Di wilayah ini mengalir sungai-sungai yang panjang seperti Sungai Asahan (Sumatra Utara), Sungai Kampar (Riau), Sungai Batanghari (Jambi), dan Sungai Musi (Sumatra Selatan). Di pantai timur Sumatra ter- dapat beberapa teluk, tanjung, dan selat.

Di Pulau Sumatra terdapat beberapa tempat cagar alam, yaitu Taman Nasional Gunung Leuseur, Cagar Alam Rimbopanti, Cagar Alam Indrapura, dan Cagar Alam Raflesia Bengkulu.

b. Kenampakan alam Pulau Jawa.

Bagian tengah dan selatan Pulau Jawa terdapat daerah pegunungan muda. Beberapa barisan pegunungan yang terkenal adalah Dataran Tinggi Cianjur, Dataran Tinggi Dieng, dan Dataran Tinggi Malang.

Pegunungan di selatan Jawa merupakan daerah kapur. Di sini terdapat danau, bukit berbentuk kubah, gua dalam tanah, dan sungaisungai bawah tanah. Deretan pegunungan di Pulau Jawa menjadi sumber aliran beberapa sungai, antara lain: Citandui, Ciliwung, Citarum, dan Sungai Brantas.

Di deretan pegunungan yang melintasi Pulau Jawa, terdapat banyak gunung berapi aktif. Di wilayah Jawa Barat terdapat G. Salak, G. Galung- gung, G. Tangkuban Perahu, dan G. Cermai. Di Wilayah Jawa Tengah terdapat G. Slamet, G. Sundoro, G. Merbabu, dan G. Merapi. Di Wilayah Jawa Timur terdapat G. Arjuno, G. Bromo, G. Mahameru, dan G. Raung.
Di sepanjang pantai selatan Jawa terdapat laut dalam dengan ombak besar dari Samudera Hindia. Sedangkan di sepanjang pantai utara Jawa terdapat laut dangkal. Di pantai utara Jawa ini terdapat beberapa pe- labuhan yang besar antara lain Tanjungpriok, Tanjungemas, dan Tanjung- perak.

Di Pulau Jawa terdapat beberapa cagar alam, antara lain Cagar Alam Ujung Kulon, Cagar Alam Pangandaran, Cagar Alam Muara Angke, Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Gunung Honji, dan Cagar Alam Arjuno Lajiwo.

c. Kenampakan alam pulau Kalimantan.

Pulau Kalimantan merupakan wilayah daratan yang cukup luas. Bagian selatan berupa daerah dataran rendah dan sebagian merupakan daerah rawa-rawa. Di sepanjang pantai bagian selatan Pulau Kalimantan terdapat banyak teluk dan tanjung. Teluk-teluk di bagian selatan Kalimantan antara lain Teluk Sukadana, Teluk Air Hitam, Teluk Kumai, Teluk Sampit, dan Teluk Sabangan. Sedangkan tanjungnya antara lain Tanjung Puting, Tanjung Matalayur, Tanjung Selatan, dan Tanjung Layar.
Di bagian tengah dan utara Pulau Kalimantan terdapat deretan pegu- nungan tua. Dalam deretan pegununan ini terdapat Pegunungan Kapuas Hulu, Pegununungan Schwaner, Pegunungan Muller, Pegunungan Meratus, dan gunung aktif Pegununungan Apokayan. Gunung-gunung yang ada di Kalimantan, antara lain: Gunung Raya, Gunung Batebrok, Gunung Keng- kemul, Gunung Kulat, dan Gunung Sombang.
Ciri lain dari pulau Kalimantan adalah adanya sungai-sungai yang sa- ngat panjang. Sungai-sungai itu bersumber dari daerah pegunungan di bagian tengah pulau. Sungai-sungai yang terdapat di Pulau Kalimantan antara lain Sungai Kapuas (sungai terpanjang di Indonesia), Sungai Ma- hakam, Sungai Kahayan, dan Sungai Barito.

d. Kenampakan alam Pulau Sulawesi.

Pulau Sulawesi terbentuk dari empat semenanjung. Di tengah ke- empat semenanjung itu terdapat de- retan pegunungan yang bertemu di Sulawesi Tengah. Di bagian utara terdapat Pegunungan Sinandaka dan Pegunungan Utimbela. Di Bagi- an tengah terdapat pegunungan Tolekaju, Fenema, Verbek, Pom- pange. Di bagian Selatan terdapat Pegunungan Tineba, Pegunungan Erotik, dan Quares. Di sebelah teng- gara terdapat Pegunungan Tangke- leboke, Pegunungan Matarombe, Pegunungan Meluhu, dan Pegu- nungan Boroboro. Di Sulawesi ter- dapat beberapa gunung berapi yang masih aktif, antara lain Gu- nung Rante Kombala dan Gunung Lompobatang di Sulawesi Selatan, serta Gunung Soputan di Sulawesi Utara.

Karena banyaknya pegunungan, daerah dataran di Sulawesi menjadi sempit. Sungai-sungai yang ada di Sulawesi antara lain Sungai Walane, Sungai Palu, dan Sungai Konanweha. Sungai-sungai di Sulawesi pendek- pendek. Selain sungai, di Sulawesi juga terdapat danau. Danau-danau yang ada di Sulawesi antara lain Danau Tempe, Danau Towuti, dan Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, serta Danau Tondano di Sulawesi Utara.

Cagar alam yang terdapat di Sulawesi antara lain Cagar Alam Napabalanno, Cagar Alam Patipati, Cagar Alam Tanjung Api, Cagar Alam Morowali, Cagar Alam Tangkoko, Cagar Alam Batuangus, Cagar Alam Gunung Dua Saudara, Cagar Alam Panua, dan Mas Popaya Raja.

e. Kenampakan alam Pulau Papua.

Pulau Papua merupakan wilayah daratan yang cukup luas. Di bagian tengah Papua membujur deretan pegunungan, antara lain Pegunungan Sudirman dan Pegunungan Jayawijaya. Di deretan Pegunungan Jayawijaya terdapat beberapa puncak tertinggi, antara lain:
1. Gunung Puncak Jaya (5030 m),
2. Puncak Trikora (4750 m),
3. Puncak Yamin (4595 m), dan
4. Puncak Mandala 4700 m).
Di tengah-tengah deretan Pegunungan Jayawijaya terdapat Lembah Baliem yang cukup luas. Di bagian Utara terdapat lembah-lembah yang dalam dan deretan pegununguan sejajar dengan deretan pegunungan dibagian tengah pulau. Di bagian selatan terdapat dataran rendah berawa-rawa. Di bagian barat yang disebut daerah Kepala Burung terdapat pegu- nungan di sepanjang pantai, kecuali daerah di sekitar Teluk Berau.

Dari puncak-puncak pegunungan mengalir sungai-sungai panjang yang akhirnya bermuara di Samudera Pasifik di Utara dan Laut Arafuru di bagian Selatan. Beberapa sungai yang terkenal antara lain Sungai Memberamo, Sungai Digul, Sungai Waren, dan Sungai Kumandan. Selain itu, di Papua ter-dapat puluhan danau. Danau-danau yang cukup luas antara lain Danau Paniai, Danau Rambabai, dan Danau Sentani.
Daerah cagar alam yang terdapat di Papua antara lain Cagar Alam Gunung Lorentz, Cagar Alam Pulau Dolok, Cagar Alam Wasur, Cagar Alam Pulau Angramaias, dan Cagar Alam Nambire.

 

BACA JUGA :   SD5 IPS Bab 7 - Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia

2. Persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia.

Di wilayah Indonesia tumbuh ribuan jenis pohon (flora) dan hidup bermacam-macam hewan atau binatang (fauna). Flora dan fauna Indone- sia dibedakan menjadi tiga, yaitu flora dan fauna asiatis, peralihan (asli), dan australis. Flora dan fauna asiatis ditemukan di Indonesia bagian barat. Flora dan fauna australis ditemukan di Indonesia bagian timur. Flora dan fauna di Indonesia bagian tengah merupakan flora dan fauna asli Indone- sia. Pembagian ini didasarkan hasil penelitian penelitian Alfred Russel Walace dan Max Wilhelm Carl Weber.

a. Pesebaran flora di Indonesia.

Tanah yang subur menyebabkan berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia. Flora Indonesia terdiri dari sekitar 4.000 jenis pohon, 1.500 jenis paku-pakuan, dan 5.000 jenis anggrek.

1. Flora Indonesia barat.

Flora Indonesia bagian barat meliputi berbagai jenis tanaman yang tumbuh di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimatan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis flora Indonesia bagian barat memiliki persamaan dengan tumbuhan yang terdapat di Asia.

Jenis-jenis tumbuhan yang ada di Indonesia bagian barat sebagai berikut.
Wilayah Sumatra :
– Jenis Flora : pinus, kamper, meranti, kayu besi, kayu manis, beringin, dan raflesia.
– Dibudidaya : markisa, rambutan, duku, durian, manggis, kemenyan, salak, bam-
bu, karet, kelapa sawit, dan rotan.
Wilayah Jawa :
– Jenis Flora : jati meranti, mahoni, beringin, pinang, bunga anggrek, dan bugenvil.
– Dibudidaya : nangka, tumbuhan jamu, jarak, kina, jambu, durian, salak, dan cempedak.
Wilayah Kalimantan :
– Jenis Flora : ramin, kamper, meranti, besi, jelutung, bakau, pinus, dan rotan.
– Dibudidaya : langsat, rambutan, dan durian.

 

2. Flora Indonesia tengah.

Flora Indonesia tengah meliputi tumbuhan yang terdapat di Su- lawesi, Nusa Tenggara, dan Ma- luku. Di Nusa Tenggara terdapat padang rumput alami yang baik untuk daerah peternakan. Pe- nyebabnya adalah curah hujan yang rendah. Jenis tumbuh- tumbuhan atau flora Indonesia tengah adalah sebagai berikut.

– Sulawesi : eboni, kayu besi, pinus, kayu hitam, rotan, dan beberapa jenis bunga anggrek.
Budidaya flora : markisa, jati, dan rotan.

– Nusa Tenggara : jati, sandelwood, akasia, cendana, dan beberapa jenis bunga anggrek.
Budidaya Flora : lada, sorgum, cokelat, cengkeh, salak, dan jeruk bali.

– Maluku : sagu, meranti, gotasa, kayu besi, lenggua, jati, kayu putih, dan anggrek.
Budidaya Flora : sagu, gandaria, kayu putih.

3. Flora Indonesia timur.
Flora Indonesia bagian timur adalah tumbuhan yang hidup di pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Jenis tanaman yang sering dijumpai di Papua adalah jenis conifera seperti agatis alba dan obi. Di daerah dataran rendahnya terdapat pohon sagu, nipah, dan bakau.

 

b. Pesebaran fauna di Indonesia.

Hewan yang hidup di wilayah Indonesia termasuk hewan asiatis (In- donesia Barat), australis (Indonesia Timur), hewan yang memiliki sifat cam- puran, dan hewan asli Indonesia. Beberapa hewan yang terdapat di Indo- nesia termasuk hewan langka sehingga perlu dilindungi.

1. Fauna Indonesia barat.

Fauna Indonesia barat adalah berbagai jenis hewan yang terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Macam-macam fauna Indonesia barat sebagai berikut.

– Hewan Liar di Sumatera : gajah, harimau, tapir, badak, orang utan, kera, pelanduk, siamang, kijang, ular, kambing, burung kakaktua, kutilang, tekukur, dan gereja.
– Hewan Budidaya di Sumatera : kambing, kijang, sapi, kerbau, babi,
gajah di Lampung, dan buaya di Medan.
– Hewan di Lindungi di Sumetera :  burung beo, buaya senyulong, gajah sumatera, owa, kambing hutan, kera hantu, malu- malu, orang utan, dan siamang.

– Hewan Liar di Jawa : harimau, badak, tapir, domba, kambing, ru- sa, kerbau liar, mo- nyet, ular, musang, burung gereja dan burung belibis.
– Hewan Budidaya di Jawa : sapi, kambing, rusa, kerbau, dan domba.
– Hewan di Lindungi di Jawa : malu-malu, merak hijau, rangkong, banteng, treng- giling, dan rusa jawa.

– Hewan liar di Kalimantan : harimau, orang utan, kukang, monyet be- kantan, kijang, mu- sang, pelanduk, bua- ya, burung elang, pekakak, kakatua, rajawali, serta ular piton dan kobra.
– Hewan budidaya di Kalimantan : sapi, kambing, kerbau, babi, dan itik.
– Hewan di lindungi di Kalimantan : banteng, burung beo, buaya senyu- long, kera hantu, malu-malu, orang utan, dan rangkong.

2. Fauna Indonesia tengah.

Fauna yang terdapat di Indone- sia tengah adalah jenis fauna peralihan antara fauna asiatis dan fauna australis. Selain itu juga terdapat fauna asli Indone- sia. Fauna Indonesia tengah meliputi berbagai jenis hewan yang terdapat di pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Fauna Indonesia tengah sebagai berikut.

– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan Liar : rusa, anoa, musang, tapir, dan monyet.
– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan budidayanya : rusa dan sapi.
– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan di lindungi : owa, kera hantu, kuskus tutul, burung maleo, dan soa-soa.

– Kepulauan NusaTenggara, hewan liar : sapi, rusa, komodo, domba, burung kakaktua, jalak, dan nuri.
– Kepulauan NusaTenggara, hewan budidaya : sapi, kuda, kerbau, dan domba.
– Kepulauan NusaTenggara, hewan dilindungi : anoa, burung beo, komodo, kuskus,
tutul, dan rusa.

3. Fauna Indonesia timur.

Fauna Indonesia timur meliputi jenis-jenis fauna yang ditemukan di Papua, Maluku, dan pulau-pulau di sekitarnya. Fauna Indonesia timur bercorak australis. Berikut ini fauna Indonesia timur.

– Kepulauan Maluku , hewan liar : kambing, kuskus, burung nuri, dan cenderawasih.
– Kepulauan Maluku , hewan budidaya  :kerbau.
– Kepulauan Maluku , hewan dilindungi :  kuskus tutul, soa-soa, burung cenderawasih,
kakaktua, dan kasuari.

– Papua dan pulau sekitarnya, hewan liar : rusa, kanguru, burung cenderawasih, maleo, kakaktua raja, kasuari, dan parkit.
– Papua dan pulau sekitarnya, hewan budidaya : babi.
– Papua dan pulau sekitarnya, hewan dilindungi : soa-soa, burung beo, betet kepala kuning, cenderawasih, kasuari, nuri kepala hitam, dan pelikan.

3. Cuaca dan iklim di Indonesia.
Cuaca dan iklim adalah dua hal yang berbeda. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, sinar matahari pada waktu dan tempat tertentu. Sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan dalam jangka waktu lama. Berikut ini perbedaan cuaca dan iklim.

Perbedaan antara Cuaca dan Iklim.
1. Cuaca jangka waktu pendek (hari/jam); Iklim jangka waktu panjang hingga ratusan tahun.
2. Cuaca cakupan daerah sempit; Iklam Luas.
3. Cuaca Perubahan sering dan cepat; Iklim jarang terjadi perubahan.

Cuaca dan iklim sangat tergantung pada kondisi geografis. Bagaimana dengan cuaca dan iklim di Indonesia? Indonesia terletak di sekitar garis katulistiwa, maka Indonesia beriklim tropis. Kita akan membahas secara lebih mendalam cuaca dan iklim di Indonesia.
Unsur-unsur cuaca yang sering diamati dan diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, angin, dan curah hujan.

a. Suhu udara.

Suhu udara atau temperatur adalah panas dan dinginnya udara. Suhu udara diukur dengan termometer. Rata-rata suhu udara di Indonesia tinggi, yaitu 280C. Suhu udara paling tinggi mencapai 340C dan terjadi pada pukul
15.00. Suhu udara paling rendah sekitar 230C terjadi pada pukul 06.00.
Suhu udara di satu tempat berbeda dengan tempat yang lain. Suhu udara di Bogor dan Puncak lebih dingin dari suhu udara di Jakarta. Hal ini terjadi karena letak Bogor dan Puncak lebih tinggi dari Jakarta. Makin tinggi letak suatu tempat, makin rendah atau dingin udaranya. Sebaliknya, makin rendah suatu tempat, suhu makin panas. Tempat-tempat yang tingginya lebih dari 4.200 meter, biasanya selalu tertutup salju. Puncak-puncak Pegu- nungan Jayawijaya di Provinsi Papua Barat adalah contohnya.

b. Kelembaban udara.

Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang dikandung udara. Karena Indonesia memiliki wilayah perairan yang cukup luas, maka kelembaban udara di Indonesia selalu tinggi.

c. Angin.

Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari tempat ber- tekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. Alat untuk mengukur kecepat- an dan arah angin adalah anemometer. Kita dapat menentukan arah dan merasakan kecepatan angin ketika kita bermain layang-layang.
Angin biasanya diberi nama sesuai dengan arah datangnya. Angin Timur adalah angin yang bertiup dari timur ke arah barat. Angin buritan adalah angin yang bertiup dari belakang kapal menuju ke depan kapal.

d. Curah hujan.

Curah hujan adalah banyaknya hujan yang jatuh di suatu daerah pada waktu tertentu. Curah hujan di wilayah Indonesia umumnya tergolong tinggi. Daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi, antara lain Geumpang, Sibolga, Indarung, Bogor, Ciater, Wonosobo, dan Putussibau. Ada pula daerah yang memiliki curah hujan yang rendah, seperti Palu, kota Lombok di pesisir timur Pulau Lombok, dan Waingapu.

e. Iklim di Indonesia.

Berdasarkan letak dan unsur-unsur iklim, di Indonesia dikenal tiga iklim, yaitu iklim tropis, iklim musim, dan iklim laut.
1. Iklim tropis dialami oleh negara-negara di sekitar garis katulistiwa. In- donesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis adalah panas dan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
2. Iklim musim terjadi karena angin musim barat dan angin musim timur. Akibatnya, di Indonesia dikenal dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim kemarau terjadi antara bulan April sampai Oktober.
3. Karena sekitar 70% wilayah Indonesia berupa perairan, maka Indone- sia memiliki iklim laut. Ciri-ciri iklim laut antara lain udara sering berawan, basah, suhu udara sedang, dan memiliki curah hujan yang tinggi.

 

BACA JUGA :   Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha dan Islam - SD Kelas 5 - IPS - Bab1

4. Dampak perubahan cuaca dan iklim.

Tentu kalian kecewa jika tidak jadi berekreasi karena cuaca buruk. Kondisi cuaca dan iklim dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat, misal- nya kegiatan pertanian, perikanan, perhubungan, industri, dan pariwisata.

a. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang pertanian.

Cuaca dan iklim sangat berpengaruh dalam bidang pertanian. Para petani padi biasanya menanam padi pada musim penghujan. Sedangkan pada musim kemarau mereka menanam palawija.

b. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang perikanan.

Aktivitas para pelaut dan nelayan sangat dipengaruhi oleh kondisi cua-ca. Para nelayan biasanya pergi ke laut pada sore hari atau malam hari. Waktu itu angin darat bertiup. Mereka kembali ke darat siang hari saat angin laut berhembus. Arah dan kecepatan angin sangat diperhitungkan sebelum para nelayan melakukan pelayaran. Cuaca yang buruk seperti angin kencang atau badai dapat mengakibatkan arah angin menjadi tidak menentu. Hal ini tentu saja mempersulit nelayan mencari ikan. Sebaliknya, apabila cuaca cerah hasil panen ikan banyak.

c. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang industri.

Kondisi cuaca juga sangat penting bagi beberapa bidang industri. Industri pembuatan krupuk, pembuatan garam, serta pembuatan batu bata dan genting mengandalkan sinar matahari. Kegiatan industri semacam itu sangat terganggu jika turun hujan terus.

d. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang perhubungan.

Kondisi cuaca juga sangat mempengaruhi kegiatan penerbangan dan pelayaran. Penerbangan dilakukan jika cuaca baik. Cuaca buruk seperti angin kencang, awan tebal, dan hujan lebat, mengganggu pesawat yang sedang terbang. Banyak peristiwa kecelakaan pesawat yang disebabkan oleh cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi juga mengganggu kegiatan pelayaran. Jadwal pelayaran sering ditunda jika cuaca buruk.

e. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang pariwisata.

Kondisi cuaca juga berpengaruh pada kegiatan pariwisata. Pemandang- an indah akan mengesankan bagi para wisatawan saat cuaca cerah. Para wisatawan tidak dapat berjemur di tepi pantai apabila hujan turun. Aktivitas wisata seperti selancar juga baik dilakukan pada saat kondisi laut tidak terjadi badai atau angin kencang.

 

C. Kenampakan Buatan di Wilayah Indonesia.

Kenampakan buatan adalah suatu bentuk kenampakan di lingkungan yang sengaja dibuat oleh manusia. Kenampakan buatan dibangun untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau mempermudah aktivitas manusia. Pada bagian ini kita akan membahas macam-macam kenampakan alam serta keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan.

1. Macam-macam kenampakan buatan.

Ada bermacam-macam kanampakan buatan. Contoh kenampakan buatan adalah bendungan/waduk, jalan, rel kereta api, lapangan terbang, pelabuhan, taman kota, dan lain-lain. Kita akan membahas beberapa kenam- pakan buatan yang penting.

a. Bendungan.

Bendungan atau waduk dibuat untuk tempat menampung air. Wa- duk disebut juga danau buatan. Waduk biasanya dibuat dengan cara membendung satu atau beberapa sungai. Waduk dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara la- in untuk mengendalikan banjir, mengairi lahan pertanian, pembang- kit listrik, tempat budidaya ikan, dan tempat rekreasi atau pariwisata.

b. Jalan.

Jalan dibuat untuk menghu- bungkan satu tempat dengan tem- pat lainnya. Jalan-jalan di pegu- nungan dibuat berkelok-kelok agar kemiringan tanahnya berkurang. Se- mentara jalan di dataran rendah biasanya lurus.
Ada bermacam-macam jalan. Misalnya, jalan raya, jalan kam- pung, jalan setapak dan sebagainya. Di kota-kota besar ada jalan bebas hambatan atau jalan tol untuk mem- perlancar transportasi. Ada juga jalan-jalan protokol. Jalan protokol  diberi nama dengan nama-nama pahlawan seperti Jalan Jenderal Sudir- man, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Jalan A. Yani, Jalan Imam Bonjol, dan lain-lain.
Berdasarkan pemeliharaan dan pengelolaannya, jalan dibedakan men- jadi jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa.
❖ Jalan negara adalah jalan yang menghubungkan ibu kota provinsi yang satu dengan ibu kota provinsi lainnya. Jalan negara dikelola oleh peme- rintah pusat. Semua jalan negara sudah beraspal.
❖ Jalan provinsi adalah jalan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dan kota atau tempat-tempat penting di provinsi tersebut. Jalan provin- si dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingkat I.
❖ Jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan ibu kota kecamat- an dengan kota lain di kabupaten tersebut.
❖ Jalan desa adalah jalan yang dibangun secara sederhana dan sebagian besar berupa jalan tanah dan jalan batu. Jalan ini dikelola oleh pendu- duk setempat atau pemerintah desa secara gotong royong.

c. Pelabuhan.

Pelabuhan dibangun untuk memperlancar transportasi air. Pengangkut- an dengan kapal lebih menguntungkan karena biayanya lebih murah dan barang yang diangkut lebih banyak. Biasanya pelabuhan dibangun di dae- rah teluk agar terhindar dari badai dan gelombang laut.
Ada dua jenis pelabuhan, yaitu pelabuhan domestik dan pelabuhan internasional. Pelabuhan Tanjung Priok adalah salah satu pelabuhan in- ternasional. Pelabuhan ini melayani masuk dan keluarnya barang-barang dari dan ke luar negeri. Pelabuhan laut lainnya yang terdapat di Indonesia adalah Pelabuhan Tanjungpinang, Telukbayur, Merak, Belawan, Tanjung-emas, Makassar, Bitung, Balikpapan, Ambon, dan Irian Jaya. Pelabuhan biasanya menyediakan bahan bakar, air tawar, dan bahan makanan. Selain itu, di pelabuhan tersedia tenaga dan alat-alat bongkar pasang muatan dan gudang penyimpanan barang.

d. Lapangan terbang atau bandar udara

Lapangan terbang atau bandar udara (bandara) digunakan sebagai tempat untuk lepas landas dan mendarat pesawat. Ada bandara berkelas internasional dan ada juga lapangan terbang domestik. Bandara internasional melayani pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan ke dalam dan luar negeri. Lapangan terbang domestik hanya melayani pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan antar- provinsi di dalam negeri.

Beberapa lapangan terbang yang dapat digunakan untuk mendarat pesawat jenis besar antara lain sebagai berikut.
1. Lapangan terbang Polonia di Medan (Sumatra Utara).
2. Lapangan terbang Juanda di Surabaya (Jawa Timur).
3. Lapangan terbang Soekarno-Hatta di Tangerang (Banten).
4. Lapangan terbang Halim Perdana Kusuma di Jakarta.
5. Lapangan terbang Ngurah Rai di Denpasar (Bali).
6. Lapangan terbang Frans Kaisiepo di Biak (Irian Jaya).

e. Taman dan hutan kota.

Taman dan hutan kota dijumpai di kota-kota besar. Taman dan hutan kota berguna untuk memperindah lingkungan kota, mengurangi polusi, dan membantu peresapan air ke dalam tanah.
Jakarta mempunyai hutan kota Srengseng dan hutan kota Pluit. Taman juga terdapat di hampir seluruh wilayah Indonesia, seperti: Taman bunga Cibubur, Taman Sikundur di Sumatra Utara, taman Anggrek di Jambi, dan Taman Narmanda di Nusa Tenggara Barat.

2. Untung dan rugi membangun kenampakan buatan.

Negara kita sedang membangun bermacam-macam kenampakan buat- an, seperti waduk, pelabuhan, kawasan industri, jalan raya, gedung-ge- dung perkantoran, dan sebagainya. Pembangunan tersebut dapat menguntungkan sekaligus merugikan masyarakat. Perhatikan beberapa contoh berikut ini!

❖ Untung-rugi pembangunan waduk/bendungan.
Keuntungannya antara lain dapat dimanfaatkan untuk irigasi, meme- lihara ikan, pembangkit listrik, rekreasi, dan sebagainya. Kerugiannya banyak penduduk yang harus pindah tempat tinggal, mengurangi lahan pertanian, dan lain-lain.

❖ Untung-rugi pembangunan kawasan industri.
Keuntungannya antara lain menyediakan lapangan pekerjaan, dapat menghasilkan bermacam-macam barang produksi dalam negeri yang murah, dan memajukan perdagangan. Kerugiannya antara lain sumber polusi, daerah resapan air semakin berkurang, dan menimbulkan ke- bisingan.

❖ Untung-rugi pembangunan jalan raya.
Keuntungan pembangunan jalan raya antara lain memudahkan orang bepergian, memudahkan pengangkutan barang, dan mengurangi ke- macetan. Kerugiannya mengurangi lahan produktif.

Sekarang coba perhatikan pembangunan beberapa kenampakan buatan yang ada di lingkungan sekitarmu! Kenampakan apa saja yang ada di lingkungan sekitarmu? Apa keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan tersebut?

 

BACA JUGA :   SD5 IPS Bab 6 - Perjuangan Melawan Penjajahan

D. Pembagian wilayah waktu di Indonesia.

Pada tahun 1884 dibuat kesepakatan internasional yang menetapkan setiap 150 garis bujur selisih waktunya adalah satu jam. Dengan demikian, di seluruh dunia terdapat 24 daerah waktu. Pembagian 24 daerah waktu ini berdasarkan perhitungan kecepatan rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya), lingkaran bola bumi, dan lama rotasi bumi. Besar lingkaran bola bumi adalah 3600. Sekali putaran penuh dibutuhkan waktu 24 jam. Dengan demikian, setiap jam bumi berputar sejauh 150.

Wilayah negara Indonesia sangat luas. Indonesia terletak pada garis bujur 950 BT sampai 1410 BT. Berdasarkan kesepakatan di atas, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

1. Waktu Indonesia Barat (WIB) mengikuti waktu pada bujur 1050 BT. Dae- rahnya meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kali- mantan Tengah. WIB dihitung tujuh jam lebih cepat dari GMT (Green- wich Mean Time, yaitu waktu matahari baku pada garis bujur 00).

2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) mengikuti waktu pada garis bujur 1200 BT. Daerahnya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. WITA di- hitung delapan jam lebih cepat dari GMT.

3. Waktu Indonesia Timur (WIT) mengikuti garis bujur 1350 BT. Daerahnya meliputi Kepulauan Maluku dan Irian Jaya. WIT dihitung sembilan jam lebih cepat dari GMT.

Sebagai contoh, bila di London pukul 00.00, maka di wilayah WIB misal- nya di Jakarta pukul 07.00, di wilayah WITA misalnya di Makassar pukul 08.00, dan di wilayah WIT misalnya di Jayapura pukul 09.00. Selisih waktu antara WIB dan WITA adalah satu jam. Selisih waktu antara WIB dan WIT adalah dua jam. Selisih antara WITA dan WIT adalah satu jam. Contoh, bila di Medan pukul 07.00 berarti di Denpasar pukul 08.00 dan di Ambon pukul 09.00.

Rangkuman :

Wilayah negara kita sangat luas. Akibat luasnya wilayah Indonesia, maka terdapat beragam kenampakan alam, perbedaan cuaca antar- daerah, perbedaan flora dan fauna, serta pembagian tiga daerah waktu.
Kenampakan alam adalah bentuk permukaan bumi yang terjadi se- cara alami. Contohnya gunung, sungai, lembah, danau, pantai, teluk, tanjung, dan pegunungan. Gunung-gunung yang terdapat di Indonesia antara lain G. Lauser, G. Sibayak, G. Kratau, G. Ceremai, G. Kelud, G. Merapi, G. Lampobattang, G. Agung, G. Batur, G. Rinjani, dan G. Ranakah. Sungai-sungai besar di Indonesia antara lain Sungai Asahan, Kampar, Musi, Bengawan Solo, Berantas, Kapuas, Mahakam, dan Memberamo. Danau-danau yang terkenal di Indonesia antara lain Danau Toba, Singkarak, Kerinci, Rawa Pening, Tempe, dan Sentani.
Di Indonesia juga terdapat bermacam-macam kenampakan buatan. Kenampakan buatan adalah bentuk permukaan bumi yang sengaja di- buat oleh manusia. Contoh kenampakan buatan adalah bendungan/wa- duk, jalan raya, pelabuhan, dan lapangan udara.
Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu. Daerah Waktu Indone- sia Barat (WIB) meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA) meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WIT) meliputi Maluku dan Papua.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *