Alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia – SD Kelas 5 Rangkuman

RANGKUMAN MATERI IPA – Kurikulum 2013 Revisi 2017.

A SISTEM GERAK MAKHLUK HIDUP.

Semua makhluk hidup dapat bergerak. Cara bergerak setiap makhluk hidup berbeda-beda. Kita lebih mudah mengamati gerakan pada manusia dan hewan karena umumnya gerakannya dapat berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif.

Dalam melakukan gerak hewan dan manusia dilengkapi dengan alat bantu gerak, misalnya manusia mempunyai kaki untuk berlari dan berjalan, berbagai jenis hewan seperti anjing, kuda, kucing dan sapi juga mempunyai kaki untuk berlari dan berjalan, burung mempunyai sayap untuk terbang, ikan berenang menggunakan siripnya, dan lain-lain. Dengan kata lain gerak merupakan suatu tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan.

Di dalam melakukan aktifitas sehari-hari pastinya kita melakukan banyak gerakan. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. di dalam biologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi.

 
1  Sistem Gerak pada Manusia.

a  Tulang/rangka.

Merupakan alat gerak pasif, disebut demikian karena tulang tidak dapat melakukan gerakan apapun tanpa adanya gerakan dari otot, sehingga gerakan tulang hanyalah mengikuti gerakan dari otot dan sebagai tempat melekatnya otot. Tulang memiliki fungsi utama sebagai alat gerak pasif, artinya tulang hanya bisa bekerja/bergerak apabila ada bantuan dari otot.
Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu: Bagian tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.

Fungsi Rangka pada Manusia.
Kerangka pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
• Penegak tubuh,
• Pembentuk tubuh,
• Tempat Melekatnya otot,
• Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah,
• Alat gerak pasif.

 

b  Otot .

Otot merupakan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar bisa bergerak. Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan bisa bergerak karena ototlah yang bisa membuat tulang bergerak.
Jenis-jenis Otot
Otot merupakan bagian yang dibangun dari jaringan otot sendiri. Otot sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Otot Polos, Otot Lurik dan Otot Jantung. Pembagian tersebut didasarkan pada cara kerja dan struktur daripada otot-otot tersebut.

 

2 Gerak Pada Hewan.

a  Hewan Vertebrata,

Seperti halnya gerak pada makhluk hidup yang lain, hewan juga memiliki 2 jenis gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Perbedaan gerak ini terjadi karena perbedaan struktur yang melaksanakan jenis gerakan tersebut.
Gerak aktif dilakukan oleh otot, sedangkan gerak pasif dilakukan oleh tulang. Otot sebagai alat gerak aktif pada hewan dan manusia memiliki 3 jenis berdasarkan struktur dan cara kerja dari masing-masing otot, sedangkan tulang terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan struktur yang menyusunnya pula.
Otot pada hewan dan manusia dibangun dari jaringan otot, pada masyarakat awam otot lebih dikenal dengan sebutan daging atau urat. Sedangkan tulang merupakan jaringan ikat yang dibangun dari sel-sel tulang, berperan sangat penting dalam proses pembentukan darah.

Berikut ini beberapa contoh gerak hewan vertebrata:

HEWAN ORGAN GERAK FUNGSI.
1, Hewan Kelinci, Orgran Gerak : Kaki ,
Fungsi : Meloncat. Kaki belakang kelinci digunakan sebagai tumpuan untuk meloncat.

2, Hewan : Ular, organ gerak :  Otot perut.
Fungsi : Bergerak.

3, Hewan : Ikan, Organ gerak :  Sirip dan ekor
Fungsi : Bergerak, ekor untuk mendorong tubuh ikan ke depan dan sirip untuk mengatur gerakan ke atas dan bawah.

4, Hewan : Burung, Organ Gerak : Kaki, sayap dan ekor
Kaki untuk bertengger, sayap untuk terbang dan ekor untuk mengatur ketika akan menukik dan berbelok

5, Katak, Organ Gerak : Kaki.
Fungsi : Kaki belakang katak yang lebih panjang digunakan untuk meloncat
Kaki katak yang berselaput berfungsi untuk membantu ketika berenang di dalam air.

6, Burung Unta , organ gerak : Kaki dan sayap
Fungsi : Bergerak, berlari. Kaki burung unta digunakan untuk berlari dan berjalan.
Sayap pada burung unta tidak digunakan untuk terbang tetapi untuk menjaga keseimbangan pada saat berlari.

 

b, Hewan Avertebrata.

 

1, Nama Hewan : Siput ; Organ Gerak : Kaki perut.
Fungsi : Bergerak.

2, Nama Hewan : Kepiting, Organ Gerak : Kaki. Fungsi : Bergerak.
Kaki pada kepiting digunakan untuk berjalan diatas pasir dan capit pada kepiting juga berfungsi untuk memegang makanan.

3, Nama Hewan Cacing; Organ gerak : Otot perut ; Fungsi : Bergerak.

4, Belalang; organ hewan : Kaki dan sayap; Fungsi : Kaki belakang belalang yang panjang digunakan sebagai tumpuan untuk meloncat dan sayap pada belalang berfungsi untuk memperjauh jarak lompatan

5, Ubur-ubur organ geraknya Tubuhnya, rumbai-rumbai di tubuh ubur-ubur Ubur-ubur bergerak dengan sistem seperti propulsi jet. Untuk bergerak maju, ubur-ubur menghisap air ke dalam tubuh kemudian menyemprotkan keluar ke belakang memnciptakan propulsi jet. Rumbai-rumbai pada tubuh ubur-ubur dapat membuat rasa gatal pada tubuh saat tersentuh.

6, Hydra, orgran gerak  Tentakel. Hydra bergerak dengan gerakan seperti ulat kilan, gerakan jungkir balik, gerakan merayap, gerakan meluncur (ski), gerak mengapung di dalam air dan mengikuti arus air laut. Tentakel pada hydra juga berfungsi untuk menangkap makanan.

 

B, PERBEDAAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA.

Beberapa perbedaan vertebrata dan avertebrata dapat kita lihat dalam tabel berikut ini:

NO

VERTEBRATA

AVERTEBRATA

1 Vertebrata Mempunyai tulang yang terentang dari belakang kepala sampai dengan bagian ekor. AVertebrata Tidak mempunyai tulang belakang,tetapi ada beberapa hewan yang di lindungi oleh rangka luar.
2 Vertebrata Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak. AVertebrata Otak tidak terlindungi oleh tengkorak.
3 Vertebrata Tubuh berbentuk simetris bilateral. AVertebrata Susunan syaraf terletak di bagian perut tepat di bawah saluran pencernaan.
4 Vertebrata Mempunyai jelas kepala,leher,badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada. Avertebrata Tidak  jelas perbedaan bagian-bagian tubuhnya.
5 Vertebrata Contoh hewan  : Ikan, ampibi, reptil, burung, mamalia. AVertebrata Contoh hewan : siput, kupu-kupu, capung, cacing, ubur-ubur, lipan, luwing/kaki seribu, kalajengking, cumi-cumi.

 

C -SISTEM GERAK PADA MANUSIA.

Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot.

Lihat gambar rangka manusia, sebutkankan nama-nama tulang yang ada .

Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot.
Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya.
Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerak- kan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan.
Alat gerak pada manusia berupa tangan dan kaki. Berikut ini adalah tulang penyusun tulang tangan dan kaki pada manusia.

1-Alat gerak Pasif.

Terdiri dari tulang pada lengan manusia dan tulang pada kaki manusia.

Tulang pada lengan meliputi : tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulangan pergelangan tangan, tulang telapak tangan. silakan lihat gambar.

Tulang pada kaki manusia terdiri dari : tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang tempurung lutut, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, tulang jari kaki.

2- Alat gerak Aktif pada manusia.
Alat gerak aktif pada manusia berupa otot. Manusia memiliki 3 macam otot di dalam tubuhnya yaitu, otot polos, otot lurik dan otot jantung.

a, Otot Lurik : Otot lurik adalah otot yang menempel pada rangka tubuh manusia yang digunakan dalam pergerakan. Otot lurik adalah otot yang bekerja di bawah kesadaran. Otot lurik juga dinamakan otot rangka, Mengapa? karna menempel pada rangka.Dinamakan otot lurik karena adanya sisi gelap dan terang yang berselang seling.

Ciri-ciri Otot Lurik

  • Bentuk silindris dengan garis gelap terang.
  • Bentuk yang panjang dan memiliki banyak inti sel (multisel).
  • Melekat pada rangka.
  • Bekerja secara sadar dengan perintah otak.
  • Cepat dan mudah lelah.
  • Mempunyai pigmen mioglobin.
  • Inti sel yang berada di tepi.

b-Otot Polos : adalah otot yang bekerja tanpa kesadaran kita yang dipengaruhi oleh sistem saraf tak sadar atau saraf otonom, otot polos dibentuk oleh sel-sel yang berbentuk gelendong dimana kedua ujungnya runcing dan mempunyai 1 inti sel.

Ciri-ciri Otot Polos :

  • Bentuk dari otot polos adalah gelendong.
  • memiliki satu inti sel yang berada di tengah.
  • Dipengaruhi oleh saraf otonom.
  • Tidak diperintah oleh otak atau tidak dipengaruhi oleh otak.
  • Terletak pada organ dalam.
  • Berada pada bagian usus, saluran peredaran darah, dan otot di saluran kemih.
  • Pergerakannya dari otot polos lambat.

c – Otot jantung : adalah otot yang bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat atau berhenti. Otot jantung merupakan perpaduan antara otot lurik dan otot polos karna adanya persamaan yang ada pada otot jantung misalnya, memiliki sisi gelap terang dan inti sel yang berada di tengah. Otot jantung  berfungsi dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Otot Jantung bekerja di bawah kesadaran manusia. Saraf yang memengaruhi otot jantung adalah saraf simpatik dan parasimpatik.

Ciri-ciri Otot Jantung :

  •   Otot jantung berbentuk silindris.
  •   Memiliki percabangan.
  •  Otot jantung terletak pada jantung.
  •  Memiliki satu inti sel yang berada di tengah.
  •  Bekerja tanpa kesadaran manusia.
  •  Bekerja terus menerus dan tidak membutuhkan istirahat.

Perbedaan Otot Lurik, Otot Polos dan Otot Jantung.

  • Perbedaan antara Otot lurik, Otot polos, Otot jantung.
    Bentuk Otot lurik Memanjang, silindris.
    Bentuk Otot Polos : gelendong, ujung runcing.
    Bentuk Otot Jantung : Bercabang, silindris, memanjang
  • Jumlah inti sel otot lurik : Banyak.
    Jumlah inti sel otot polos : Satu.
    Jumlah inti sel otot jantung : Lebih dari satu.
  • Letak inti sel otot lurik : Di tepi sel.
    Letak inti sel otot polos : Di tengah sel.
    Letak inti sel otot jantung : Di tengah sel.
  • Sistem kerja otot lurik : Secara sadar.
    Sistem kerja otot polos : Secara tidak sadar.
    sistem kerja otot jantung : Secara tidak sadar.
  • Reaksi terhadap gerakan otot lurik : Cepat.
    Reaksi terhadap gerakan otot polos : Lambat.
    Reaksi terhadap gerakan otot jantung : Lambat.
  • Gerakan otot lurik : Cepat lelah.
    Gerakan otot polos  :Tidak cepat lelah.
    Gerakan otot jantung :Tidak cepat lelah.
  • Letak otot polos : Melekat pada rangka.
    Letak otot lurik : Pada sistem organ.
    LEtak otot jantung : Di jantung.

 

BACA JUGA :   SD5 - IPA - Bab 4 - Pembuatan Makanan pada Tumbuhan.
KELAINAN PADA TULANG.

Tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik gangguan tulang sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi, posisi tubuh yang salah, terkena penyakit, kecelakaan, dan lainnya.

1. Gangguan Tulang karena Kebiasaan Posisi Tubuh Yang Salah.

Kebiasaan yang tidak baik akan memengaruhi pertumbuhan tubuh. Sikap tubuh yang salah ketika duduk, berdiri, tidur, atau ketika membawa beban yang terlalu berat dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang/punggung sebagai berikut.

a. Skoliosis : Skoliosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung membengkok ke kiri atau ke kanan. Penyebabnya adalah posisi duduk yang salah. Skoliosis juga dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah satu sisi tulang belakang dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun.
b. Lordosis : Lordosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung membengkok ke belakang. Hal itu dapat terjadi, jika kita sering duduk di kursi dengan meja yang terlalu tinggi.
c. Kifosis : Kifosis merupakan kondisi yang berkebalikan dengan lordosis. Kifosis, yaitu tulang belakang bagian dorsal perut membengkok ke depan. Hal itu dapat terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk.

2. Gangguan Tulang Karena Penyakit.

a. Polio : Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio dapat dicegah dengan vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia di bawah lima tahun.

b. Layuh Semu : Layuh semu terjadi akibat terinfeksi penyakit sifilis pada anak semasa dalam kandungan akibat tertular oleh ibu yang mengidap penyakit sifilis, akibat tulang tulang anggota gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.

c. Rakhitis : Rakitis merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul karena penderita kekurangan vitamin D dan sinar matahari pagi. Orang yang menderita penyakit rakhitis memiliki tulang yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O karena tidak dapat menahan berat tubuh.

d. Kaku Sendi : Kaku sendi merupakan cacat pada persendian dimana sendi tidak dapat digerakkan. Penyakit ini disebabkan karena persendian terinfeksi penyakit sifilis atau gonorhoe sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan. Kaku sendi biasanya ini terjadi pada orang dewasa.

e. Kanker Tulang : Virus juga dapat merusakkan pertumbuhan sel sel tulang yang tidak terkendali, sehingga di beberapa tempat pada tulang dapat tumbuh benjolan yang dapat berpindah pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

f. TBC Tulang : TBC tulang adalah penyakit pada tulang akibat infeksi oleh Tuberculosis sehingga membuat tulang menjadi rusak.

g. Osteoporosis : Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang lanjut usia, terutama perempuan. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium).

h. Hidrosefalus : Hidrosefalus adalah bentuk kepala membesar karena terjadi pengumpulan cairan dan pelebaran rongga otak. Kelainan ini terjadi pada bayi sejak lahir.

i. Mikrosefalus : Mikrosefalus merupakan kelainan akibat pertumbuhan tulang-tulang tengkorak yang terhambat karena kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang tengkorak pada waktu bayi, sehingga ukuran kepala kecil (ukurannya tidak proporsional). Akibat lebih lanjut biasanya berpengaruh pada perkembangan mental.

 

3, Gangguan Atau Kelainan Tulang Oleh Faktor Keturunan.

Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan diwariskan kepada keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya, kelainan bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang disebabkan oleh gen, maka akan diwariskan kepada keturunannya.

 

4, Gangguan Atau Kelainan Tulang Yang Disebabkan Oleh Makanan.

Pertumbuhan tulang tulang sangat tergantung dari makanan yang kita makan setiap hari. Makanan yang kita makan harus mengandung zat zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya, mengandung zat kapur, fosfor, dan vitamin D.

 

5, Gangguan Atau Kelainan Tulang Karena Kecelakaan.

a. Fraktura, jika terjadi patah tulang karena kecelakaan.
b. Fisura, jika tulang mengalami retak.
c. Urai Sendi, jika terjadi pergeseram sendi karena selaput sendi sobek.
d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang yang menggelembung setelah sembuh.
e. Patah tulang tertutup, jika tulang yang patah tidak sampai merobek kulit.
f. Patah tulang terbuka, jika tulang yang patah merobek kulit dan tulang mencuat ke luar.

 

BACA JUGA :   SD Kelas 5 - IPA - Rangkuman - Sistem Pencernaan Hewan dan Manusia

E, KELAINAN DAN GANGGUAN PADA OTOT MANUSIA.

1, Tetanus.

Tetanus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan ketegangan / kaku otot secara terus menerus. Tetanus terjadi karena infeksi dari bakteri Clostridium Tetani. Bakteri tersebut masuk melalui kulit yang sedang mengalami luka sehingga mengalami infeksi dan menghasilkan racun yang menyerang pada saraf. Akibatnya fungsi saraf dalam mengontrol otot akan terganggu. Gejala yang paling sering terjadi adalah kaku rahang. Pasien akan ditangani dengan antibiotik, relaksan otot, dan anti toksin. Namun jika pernah melakukan vaksin tetanus, maka diberikan imunoglobulin.

Gejala : Nyeri, Kejang-kejang otot.
Penyebab : Otot yang terus berkontraksi akibat bakteri clostridium tetani.
Akibat : Saraf dan otot menjadi kaku (rigid).
Pengobatan : Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotiktetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, supaya racun yang ada mati.
Pencegahan : Setiap luka, harus dibersihkan unuk mencegah pertumbuhan Clostridium tetani.

 

2, Spasme (Kram Otot).

Spasme otot biasa disebut kram atau nyeri otot, yang terjadi akibat kerja otot yang berlebihan atau kontraksi yang terlalu kuat. Serangan spasme biasa sering terjadi pada otot betis secara tiba-tiba dan terasa berkedut. Penanganannya dengan mengistrahatkan otot yang bermasalah, melakukan pemijatan,dapat juga dengan penggunaan obat atau salep yang dapat merelaksasikan otot.

Gejala : Otot keras dan tegang, Nyeri.

Penyebab : Terlalu lama beraktivitas, Kekurangan air dan garam di dalam tubuh, Olahraga yang kurang pemanasan, Terlalu lama berada dalam satu posisi.

Akibat : Nyeri; Bagian tubuh yang kram sulit digerakkan.

Pengobatan : Regangkan otot yang terserang; Gosok bagian yang sakit dengan obat gosok analgesik; Minum obat pereda nyeri seperti parasetamol; Berobat ke dokter.

Pencegahan : Pemanasan yang cukup sebelum berolahraga; Sering mengubah-ubah posisi; Pasokan air dan garam yang memadai.

 

3. Atrofi otot.

Atrofi otot merupakan terjadinya penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Otot yang mengalami atrofi akan mengalami pengurangan ukuran sampai 25% dari ukuran semula. Atrofi dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada otot atau pada saraf yang mengontrol otot tersebut. Penyebab lain adalah otot yang sudah lama tidak bekerja misalnya pada orang yang lama terbaring sakit. Orang yang mengalami atrofi tampak jelas kehilangan massa otot, serta tampak lemah untuk beraktivitas. Penanganan dilakukan berdasarkan penyebabnya yaitu melakukan olah raga disertai fisioterapi, mengkonsumsi makanan bernutrisi.

 

4.Hipertrofi otot.

Hipertrofi otot terjadi umumnya pada atlet binaraga dan kebugaran. Mungkin orang menganggap ini hal biasa, namun ini adalah sebua kelainan otot yang berupa meningkatnya massa otot. Hal ini terjadi atas faktor nutrisi, usia dan latihan.

Gejala : Membesarnya otot.

Penyebab : Otot dilatih secara berlebihan.

Akibat : Peningkatan volume organ atau jaringan.

Pengobatan : Terapi Akupuntur.

Pencegahan : Melatih otot sewajarnya dan mengurangi aktivitas.

 

5, Miastenia gravis.

Myastenia gravis termasuk salah satu kelainan otot dimana saraf tidak dapat mempengaruhi kerja otot. Penyebab myastenia gravis adalah autoimun. Hal ini dapat terjadi pada semua usia, namun  lebih sering terkena pada usia diatas 40 tahun.

Gejala yang terjadi berupa otot yang terasa lemah dan lelah tanpa disertai rasa nyeri. Otot yang terserang dapat dari otot-otot kecil seprti otot wajah dan pernapasan. Penanganan dengan penggunaan obat antikolinesterase untu mengembalikan kekuatan otot, dan pemberian imunosupresan untuuk menghambat efek autoimun.

Gejala :Kelemahan otot setelah mengeluarkan tenaga yang sembuh kembali setelah istirahat.

Penyebab : Melemahnya otot.

Akibat : Dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Pengobatan : Tidur selama 10 jam agar dapat bangun dalam keadaan segar dan perlu menyelingi waktu dengan istirahat; Menghindari hal-hal yang memperberat sakit; Menggunakan obat-obat antikolinesterase yang kerjanya menghancurkan asetilkolin.

Pencegahan : Myasthenia gravis tidak bisa dicegah, tapi menghindari emosional, Paparan terhadap suhu ekstrim, Demam.

 

6, Hernia abdominalis.

Hernia abdominalis adalah pembukaan atau kelemahan dalam struktur otot dinding perut. Cacat ini menyebabkan penjolan dari dinding perut. Hal ini lebih terlihat ketika otot-otot perut dikencangkan, sehingga meningkatkan tekanan dalam perut. Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan intra-abdomen dapat memperburuk penyakit hernia; contoh kegiatan tersebut mengangkat, batuk, atau bahkan berusaha untuk buang air besar.Pengertian hernia menurut kamus kedokteran Dorland edisi 29 adalah penonjolan gelung atau ruas organ atau jaringan melalui lubang abnormal.

Lokasi yang paling umum untuk penyakit hernia adalah lipat paha (inguinal) sehingga ada jenis penyakit hernia yang disebut dengan hernia inguinal. Ada beberapa alasan mengapa terjadi kecenderungan pada penyakit hernia inguinal. Pertama, ada kelemahan anatomis alam di wilayah selangkangan yang dihasilkan dari cakupan otot lengkap. Kedua, posisi tegak hasil postur manusia dalam kekuatan yang lebih besar mendorong ke arah bawah perut, sehingga meningkatkan tekanan pada jaringan-jaringan yang lebih lemah. Jenis lain penyakit hernia, disebut hernia ventral, terjadi di garis tengah perut, biasanya di atas pusar (umbilicus). Jenis penyakit hernia ini biasanya tidak nyeri. Selain itu ada juga kasus penyakit hernia yang terjadi dalam pusar.

Gejala : Benjolan di paha dan pusar; Mual ; Muntah ; Susah makan ; Tubuh demam.

Penyebab : Sobeknya otot dinding perut yang lemah sehngga usus melorot ke awah.

Akibat : Penderita tidak mampu bergerak dengan baik; Kematian.

Pengobatan : Operasi (bila parah).

Pencegahan : Satu-satunya cara untuk mengurangi resiko Anda memiliki hernia perut adalah untuk menghentikan masalah yang membuat hernia lebih mungkin.

 

7. Serebral palsi.

Serebral palsi / Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran. Tanda dan gejala muncul selama masa bayi atau prasekolah. Secara umum, cerebral palsy menyebabkan gangguan gerakan yang terkait dengan refleks berlebihan atau kekakuan, postur tubuh yang abnormal, gerakan tak terkendali, kegoyangan saat berjalan, atau beberapa kombinasi dari gangguan tersebut. Efek cerebral palsy pada kemampuan fungsional sangat bervariasi.

Orang dengan cerebral palsy sering memiliki kondisi lain yang berkaitan dengan kelainan perkembangan otak, seperti cacat intelektual, masalah penglihatan dan pendengaran, atau kejang. Sebuah spektrum yang luas dari perawatan dapat membantu mengurangi efek cerebral palsy dan meningkatkan kemampuan fungsional seseorang.

Penyebab : Penyebabnya adalah cedera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggunakan otot. Cerebral berarti berhubungan dengan otak. Palsy berarti kelemahan atau kesulitan menggunakan otot.

Penyebab CP meliputi:

  • Ibu mengalami cedera pada masa hamil, atau bayi mengalami cedera dalam proses persalinan atau masa awal kanak-kanak,
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen selama atau setelah lahir,
  • Infeksi (misalnya campak jerman) yang menular dari ibu ke bayi,
  • Infeksi serius pada bayi yang baru lahir,
  • Dalam banyak kasus, penyebab pasti dari cerebral palsy masih belumdiketahui.

Gejala : Tanda dan gejala dapat sangat bervariasi. Gangguan gerakan dan koordinasi yang terkait dengan cerebral palsy dapat meliputi:

  • Gangguan pada otot, yaitu terlalu kaku atau terlalu lemah,
  • Kaku otot dan refleks berlebihan (kekejangan),
  • Kaku otot dengan refleks normal (kekakuan),
  • Kurangnya koordinasi otot (ataksia),
  • Getaran atau gerakan tidak sadar,
  • Gerakan lambat (athetosis),
  • Penundaan dalam mencapai keterampilan motorik,
  • Lebih menyukai menggunakan satu sisi tubuh, seperti menyeret kakinya saat merangkak,
  • Kesulitan berjalan, seperti berjalan kaki atau gaya berjalan berjongkok,
  • Kesulitan menelan,
  • Kesulitan menghisap atau makan,
  • Penundaan dalam perkembangan bicara atau kesulitan berbicara,
  • Kesulitan dengan gerakan yang tepat.

Pencegahan :
Penyebab cerebral palsy (CP) kadang-kadang tidak diketahui tetapi hubungan CP dan kondisi tertentu selama kehamilan, kelahiran, dan prematuritas telah ditelaah. Beberapa penyebab tersebut dapat dicegah. Beberapa tidak bisa.

Pengobatan :
Berbagai terapi juga dapat membantu orang dengan cerebral palsy untuk meningkatkan kemampuan fungsional. Terapi tersebut dapat meliputi:

  • 1. Terapi fisik,
  • 2. Terapi okupasi,
  • 3. Terapi wicara.

Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi kejang otot atau kelainan tulang yang disebabkan oleh kekejangan. Prosedur pembedahan tersebut dapat meliputi:

  • 1. Bedah ortopedi,
  • 2. Pemotongan saraf.

 

BACA JUGA :   SD5 - Hantaran Panas pada Benda

 

8. Rhabdomyolysis.

Rhabdomyolysis adalah sebuah kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan. Kerusakan ini melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam darah. Ginjal dalam kondisi normal biasanya menyaring pigmen dari darah. Namun zat dari kerusakan otot dapat membahayakan ginjal karena menghalangi struktur penyaringan mereka. Terjadilah gagal ginjal sehingga ginjal mengeluarkan produk limbah beracun ke dalam darah.

Akibatnya gejala yang dialami berupa rasa lelah, nyeri otot, dan menyebabkan perubahan warna urin. Kelainan ini dapat menyerang segala usia. Prinsip utama dari penanganan kelainan ini adalah mengembalikan fungsi ginjal dengan terapi cairan atau bahkan dengan cuci darah (dialisis). Selain itu hindari obat-obatan atau zat yang dapat memperberat kondisi.

Gejala : Gejala yang paling umum adalah nyeri otot dan urin berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian akan berlanjut dengan berkurangnya urin dan bahkan menghilangnya produksi urin sama sekali. Kondisi serius di tahap tidak mampu kencing ini adalah gejala gagal ginjal, yang berarti Anda membutuhkan penanganan medis dengan segera. Gejala dan keluhan lain ialah kelelahan, kelesuan, nyeri otot, kehausan ekstrem, serta degup jantung yang terlampau cepat dan tidak teratur.

 

9, Fibromyalgia.

Fibromyalgia merupakan kelainan otot yang  berupa rasa nyeri diseluruh tubuh. Hal ini dapat menyerang segala usia, namun tersering pada usia diatas 30 tahun. Gejala yang dapat dirasakan adalah mudah merasa nyeri, otot-otot kaku rasa lelah, gangguan pencernaan, sakit kepala dan konsentrasi menururn. Penanganan berupa terapi nyeri atas gejala yang dirasakan, konseling dan fisioterapi.

Gejala : Kejang otot, Nyeri otot.

Penyebab : Latihan yang berlebihan dalam olahraga.

Akibat : Otot yang tidak mampu beregenerasi, Mengurangi kemampuan dari otot yang terkena untuk kontrak dan bersantai dengan cepat.

Pengobatan : Aktif MMP-1 yang paling efektif dalam mengurangi fibrosis, walaupun pengobatan dengan proMMP-1 juga bermanfaat relatif terhadap kontrol.

Pencegahan : Menjaga aktivitas jangan sampai berlebihan.

 

10, Polio.

Polio (Poliomyelitis) adalah kelainan otot akibat infeksi dari virus polio. Infeksi ini sering menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan. Virus ini menyebar melalui makanan, ari dan tangan yang terkontaminasi dengan kotoran (tinja) atau sekresi tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Poliao pada awalnya dapat tidak bergejala, namun bila timbul dapat terjadi gejala sakit tenggorokan, demam, nyeri dan kaku otot hingga dapat mengakibatkan kelumpuhan otot. Penanganan yang dapat dilakukan bersifat suportif dengan pemberian antibiotik, antinyeri, alat bantu pernapasan dan fisioterapi. Namun sebaiknya dilakukan pencegahan sebelum terjadi infeksi sebagaimana yang sudah dianjurkan pemerintah, yaitu pemberian vaksin polio.

Penyebab polio :
Virus polio menyebabkan poliomyelitis. Penyakit ini menular melalui kontak dengan air dan makanan yang terinfeksi feses penderita. Keadaan ini sering terjadi pada daerah dengan sistem drainase yang buruk. Penyakit ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan pembawa virus atau yang baru saja divaksin polio oral (vaksin dibuat dari virus hidup).

Gejala Polio :
Polio non-paralitik Gejalanya: seperti flu yang dapat bertahan hingga 10 hari, termasuk: Sakit tenggorokan, demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, leher dan punggung nyeri atau kaku, otot lemah dan nyeri, kaku pada lengan dan kaki.

Polio paralitik Gejala polio ini adalah kasus yang jarang terjadi, namun yang paling parah. Gejalanya dapat bervariasi tergantung bagian tubuh mana yang terkena misalnya tulang belakang atau otak, kadang-kadang keduanya. Gejala awal akan mirip dengan polio non-paralitik, namun gejalany berkembang menjadi parah sebagai berikut: Nyeri otot parah dan / atau kelemahan Hilangnya refleks Anggota badan jadi lemas dan mengendur (lemah-lumpuh).

 

11, Stiff neck (kaku leher).

Stiff neck atau kaku leher terjadi akibat adanya spasme yang terjadi pada otot-otot leher. Hal ini terjadi karena adanya sikap tubuh yang salah dan trauma. Gejala yang dirasakan berupa nyeri otot dan kaku leher hingga dasar punggung. Penanganan yang dilakukan adalah penggunaan obat nyeri dan obat-obatan atau salep relaksan.

Gejala : Leher yang terasa kaku dan sakit jika digerakan; Otot leher kejang/kaku, kepala sulit/nyeri digerakkan.

Penyebab : Otot trapesius leher mengalami peradangan (akibat dari entakan yang salah gerak).

Akibat : Kepala sulit digerakkan.

Pengobatan : Pemijatan, Terapi.

Pencegahan : Meregangkan otot leher.

 

 

12. Strain.

Strain merupakan keadaan dimana cederanya otot atau tendon (terutama tungkai bawah) akibat aktivitas berlebihan yang menyebabkan terjadinya peregangan  berlebihan sehingga otot atau tendon dapat robek. Gejala yang dialami berupa nyeri, bengkak, rasa kaku sehingga tidak dapat digerakkan seperti biasanya. Penanganan yang dapat diberikan yaitu antinyeri, mengistrahatkan otot dan imobilisasi untuk mempercepat pemulihan.

Keseleo dan strain adalah salah satu cedera yang paling umum dalam olahraga. Ketegangan terjadi ketika unit tendon otot diregangkan atau robek. Alasan yang paling umum adalah berlebihan dan peregangan otot.

Strain adalah kerusakan pada jaringan otot karena trauma langsung (impact) atau tidak langsung (overloading). Cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah,kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi ,otot belum siap,terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha),hamstring (otot paha bagian bawah),dan otot guadriceps. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan daerah sekitar cedera memar dan membengkak. Strain akut pada struktur muskulotendious terjadi pada persambungan antara otot dan tendon. Tipe cedera ini sering terlihat pada pelari yang mengalami strain pada hamstringnya.

Gejala yang timbul : Nyeri local, Meningkat apabila bergerak/bila ada beban pada otot.

Tanda-tandanya : Adanya spasme otot ringan; Bengkak; Gangguan kekuatan otot; Fungsi yang sangat ringan.

 

 

13. Distrofi otot.

Distrofi otot yaitu penyakit kronis pada otot yang terjadi sejak anak-anak, diduga merupakan penyakit bawaan (genetis).

Gejala : Tubuh bergoyang saat mulai berjalan atau berlari, menggunakan jari kaki dibandingkan kaki keseluruhan untuk berjalan,

Penyebab : Genetik (Turunan).

Akibat : Kelemahan pada otot-otot yang dekat dengan batang tubuh.

Pengobatan :
Terapi fisik dan latihan akan membantu mencegah pengkerutan otot yang menetap di sekitar sendi.
Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk meringankan nyeri otot.

Pencegahan : Konseling genetik disarankan bila ada riwayat keluarga distrofi otot. Perempuan mungkin tidak memiliki gejala tapi masih membawa gen untuk gangguan ini.

4 thoughts on “Alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia – SD Kelas 5 Rangkuman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *